Pendahuluan.
Anak merupakan bagian penting dalam kehidupan kita. Dan anak tidak hanya lucu,menggemaskan tetapi juga menjadi komunikator yang sangat baik untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Hanya orang yang tak lagi memiliki hati nuranilah yang tidak tersentuh jika pesan-pesan moral disuarakan oleh anak (walaupun mungkin ada campur tangan orang dewasa disitu).Mengajak anak untuk mengkampanyekan suatu kebaikan adalah penting jika pesan yang hendak disampaikan itu tidak bersifat mengeksploitasi anak atau memanfaatkan keuntungan material dari keikut sertaan anak.
Anak jadi pioner kampanye kebaikan
Salah satu isu kebaikan yang dapat disampaikan lewat anak adalah tentang ajakan kepada kita semua untuk kembali menunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa agraris. Anak diajak untuk belajar tentang sejarah keagrarisan bangsa kita. Sambil belajar mereka dilibatkan secara aktif untuk mengkampanyekan usaha-usaha mengembalikan tanda-tanda keagrarian bangsa kita. Tentu saja metode dan pendekatan yang dilakukan harus sesuai dengan perkembangan psikologis anak sebab kesesuaian itulah yang menjadi potensi kekuatan kampanye yang dilakukan para anak-anak itu. Berbagai cara dapat ditempuh, bisa dengan jalan mewarnai,bercerita secara lisan (verbal) maupun secara visual (gambar). Tentu saja stimulus terhadap daya imaginasi anak harus dilakukan dengan memotivasi anak untuk menyenangi tema-tema pertanian,perkebunan dihalaman rumah,atau disawah/ladang.
Kita menjadi latah ketika kita berangan-angan untuk mengembalikan kejayaan bangsa kita sebagai bangsa agraris tetapi melupakan anak-anak itu yang bakal menjadi ujung tombak pencapaian kejayaan itu. Mengapa kita lebih senang mengajarkan anak-anak kita sebagai konsumer dari berbagai produk pertanian, mengapa kita tidak mulai mengajak mereka untuk menjadi produsen produk pertanian dalam skala kecil, seperti memberi hak dan tanggungjawab mengelola sepetak kecil halaman rumah kita atau satu,dua,tiga pot tanaman yang mereka minati dan sukai.
Bagaimana sih kita membayangkan suatu saat negara kita menjadi negara swasembada tanaman pangan jika anak-anak kita tak lagi berminat untuk bercocok tanam walau sebatangpun.
Bagaimana kita bisa membayangkan terwujudnya bangsa yang berkarakter jika anak-anak usia dini itu tak dilatih untuk mau mengagumi dan membanggakan bangsanya sebagai bangsa petani ?
Anak-anak itulah yang akan menjadi tolak ukur kedepan apakah negara ini bisa mengembalikan jati dirinya sebagai bangsa petani, sipemberi makan manusia-manusia lainnya didunia ini. Dan itu tak akan berhasil guna jika tidak dari sekarang anak-anak itu kita ajak bekerjasama.
Memadukan hasil imajinasi anak dengan kreativitas orang dewasa.
Dan hasil gambaran hasil imajinasi anak itu akan lebih baik maknanya jika kita memfasilitasinya dengan menjadikannya sebagai tema pada TShirt anak yang akan dia pakai dan ia banggakan pada orang-orang dilingkungannya. Menghubungkan antara karya yang ia buat dengan berbagai kreativitas tingkat orang dewasa akan menghasilkan satu kekompakan untuk menyuarakan tema-tema cinta pertanian dan sebagainya.
Yang selama ini tidak tepat dilakukan adalah membiarkan anak tertekan dengan kehendak orang dewasa walau judulnya perlombaan untuk anak-anak. Dan seringkali hasil imajinasi anak tidak tersambung dengan kreativitas orang dewasa menjadi satu hasil kerjasama yang saling menyempurnakan (seperti contoh diatas).
Dan celakanya terkadang kita sering lupa bahwa hasil imajinasi anak baik dalam bentuk gambar,warna,cerita ataupun celoteh itu satu saat bisa membuka mata hati kita dan menjadi kesalahan besar yang sangat kita sesali.
Penutup.
Anak adalah komunikator yang sangat baik untuk mengkampanyekan pesan-pesan kebaikan. Dengan keunikan yang dimilikinya, secara psikhologis akan sangat berpengaruh pada sikap orang-orang dewasa yang kebanyakan selama ini bertindak sebagai pelaku pengrusakan jati diri kita sebagai bangsa agraris. Biasanya kata-kata anak-anak para pioner itu jauh lebih merasuk kesanubari orang dewasa baik yang sedang berkuasa maupun tidak.
Anak-anak harus diperhatikan sebagai bagian dari komunitas manusia seutuhnya bukan sekedar terminologi perkembangan usia semata.Anak juga berhak turut menentukan nasib bangsa ini kedepan dan berhak untuk diberi tahu dan diajak tahu tentang sejarah keagrarisan bangsa kita dan sejarah keagrarisan yang akan kita rajut kedepan.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar